Fakultas Kedokteran

Akademik

Program Studi Sarjana Kedokteran — kurikulum berbasis kompetensi dengan keunggulan promotif dan preventif penyakit respirasi atas di kawasan industri.

Daftar Sekarang Lihat Persyaratan
Program Studi

Sarjana Kedokteran (S.Ked.)

Program Studi Sarjana Kedokteran merupakan tahap akademik pendidikan dokter. Mahasiswa dibekali landasan ilmu biomedik, ilmu kedokteran klinik, ilmu kesehatan masyarakat, serta etika dan humaniora kedokteran, sebelum melanjutkan ke tahap profesi dokter.

Kurikulum disusun berbasis kompetensi dan dijalankan melalui perpaduan kuliah pakar, diskusi tutorial, praktikum laboratorium, serta latihan keterampilan klinik di Clinical Skills Lab.

Ciri khas program studi adalah penajaman kompetensi pada bidang promotif dan preventif penyakit respirasi atas di kawasan industri — sebuah persoalan kesehatan yang nyata dan mendesak di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Nama Program StudiSarjana Kedokteran
JenjangSarjana (S1)
GelarS.Ked. (Sarjana Kedokteran)
FakultasFakultas Kedokteran UMT
Bahasa PengantarBahasa Indonesia & Inggris
KeunggulanPromotif–preventif penyakit respirasi atas di kawasan industri
Akreditasi Program Studistatus akreditasi menunggu konfirmasi
Masa Studimenunggu konfirmasi
Alur Pendidikan

Tahapan menjadi dokter

Pendidikan dokter di Indonesia ditempuh dalam dua tahap yang berkesinambungan.

1
Tahap Akademik

Program Sarjana Kedokteran. Penguasaan ilmu biomedik, klinik, kesehatan masyarakat, bioetik, dan keterampilan klinik dasar. Lulusan bergelar S.Ked.

2
Tahap Profesi

Kepaniteraan klinik (co-assistant) di rumah sakit pendidikan dan wahana pendidikan lain. Lulusan bergelar dr.

3
Uji Kompetensi & Praktik

Mengikuti uji kompetensi dokter Indonesia, memperoleh sertifikat kompetensi, lalu menempuh internsip sebelum praktik mandiri.

Profil Lulusan

Five Star Doctor

Fakultas mengacu pada konsep Five Star Doctor sebagai gambaran utuh peran seorang dokter di masyarakat.

1
Care Provider

Memandang pasien secara utuh — memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial dengan layanan yang aman dan menyeluruh.

2
Decision Maker

Memilih tindakan dan terapi terbaik yang paling tepat guna serta terjangkau bagi pasien.

3
Communicator

Menjelaskan kebiasaan sehat secara jelas sehingga pasien dan keluarga terdorong hidup lebih baik.

4
Community Leader

Bekerja bersama komunitas untuk memahami dan menyelesaikan masalah kesehatan di lingkungannya.

5
Manager

Berkolaborasi dengan tim dan jejaring kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik.

Metode

Tutorial Seven Jumps

Pembelajaran berbasis masalah dijalankan melalui diskusi kelompok kecil dengan tujuh langkah baku. Mahasiswa dilatih berpikir kritis, berdiskusi aktif, dan belajar mandiri — bukan sekadar menerima materi.

Setiap skenario dibahas dalam dua pertemuan: perumusan masalah dan sasaran belajar pada pertemuan pertama, lalu pemaparan dan evaluasi hasil belajar mandiri pada pertemuan kedua.

Poster edukasi Seven Jumps: proses tutorial
Langkah 1

Mengklarifikasi istilah dan konsep yang belum dipahami dalam skenario.

Langkah 2

Menetapkan masalah utama yang akan dibahas.

Langkah 3

Menggali dugaan dan penjelasan sementara melalui curah pendapat.

Langkah 4

Menyusun dan menata dugaan tersebut secara sistematis.

Langkah 5

Merumuskan sasaran belajar yang perlu dicapai.

Langkah 6

Melakukan belajar mandiri untuk mengumpulkan informasi.

Langkah 7

Berbagi, mendiskusikan, dan mengevaluasi hasil belajar mandiri pada pertemuan kedua.

Clinical Skills Lab

Sebelas modul keterampilan klinik

Latihan keterampilan klinik dilaksanakan bertahap di Clinical Skills Lab dengan panduan instruktur dan penilaian terstruktur.

Clinical Reasoning

Kerangka penalaran klinis: dari data pasien, identifikasi masalah, sampai evaluasi tindakan.

Communication Skills

Komunikasi efektif dokter–pasien: mendengar aktif, empati, bahasa sederhana, dan membangun kepercayaan.

Promotive & Preventive Medicine

Promosi kesehatan, deteksi dini, edukasi, dan penguatan sistem kesehatan masyarakat.

International Patient Safety Goals

Enam sasaran keselamatan pasien sebagai standar praktik yang aman.

Basic Electrocardiogram

Perekaman dan pembacaan EKG dasar serta jalur konduksi jantung.

Cardiopulmonary Resuscitation

Bantuan hidup dasar dan resusitasi jantung paru sesuai algoritma terkini.

Automated External Defibrillator

Penggunaan AED dalam rantai penyelamatan kegawatdaruratan jantung.

Types of Sutures

Teknik dasar penjahitan luka dan pemilihan jenis jahitan.

Pemeriksaan Tekanan Darah

Pengukuran dan klasifikasi tekanan darah serta pengenalan komplikasi hipertensi.

Kewaspadaan Standar

Cuci tangan enam langkah, etika batuk, dan pencegahan infeksi.

OSCE Readiness

Persiapan menghadapi Objective Structured Clinical Examination secara sistematis.

Informasi Akademik

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa keunggulan Program Studi Sarjana Kedokteran UMT?

Keunggulan program studi terletak pada penajaman kompetensi promotif dan preventif penyakit respirasi atas di kawasan industri, didukung laboratorium keunggulan serta arah penelitian multidisiplin pada bidang tersebut.

Bagaimana metode pembelajaran yang digunakan?

Perpaduan kuliah pakar, diskusi tutorial dengan metode Seven Jumps, praktikum di dua belas laboratorium terpadu, serta latihan keterampilan klinik di Clinical Skills Lab.

Apakah nilai keislaman diajarkan dalam kurikulum?

Ya. Pembinaan dan pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan merupakan salah satu misi resmi fakultas dan program studi, dan terintegrasi dalam kegiatan akademik maupun kemahasiswaan.

Berapa lama masa studi dan berapa biaya pendidikannya?

Informasi masa studi dan biaya pendidikan menunggu konfirmasi dari bagian akademik fakultas. Silakan hubungi kami melalui halaman Kontak untuk keterangan terbaru.

Di mana mahasiswa menjalani pendidikan tahap profesi?

Daftar rumah sakit pendidikan dan wahana pendidikan menunggu konfirmasi fakultas.

Tertarik bergabung?

Daftarkan diri Anda atau lihat persyaratan dan fasilitas Fakultas Kedokteran UMT.

Daftar Sekarang Lihat Fasilitas